Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Siapa yang tak kenal dengan Obama?, Presiden Amerika kulit hitam yang pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia.?. Sebagian orang Indonesia pasti tahu dengan sosok presiden ini. Namun ketika ditanya tentang Ann Dunham, mungkin banyak diantara kita yang tidak mengenal sosok di balik kehebatan seorang Obama. Wanita kelahiran 24 November 1942 di Kansas ini adalah Ibunda Obama.

Setelah menikah untuk kedua kalinya dengan Lolo Soetoro, Seorang Warga Negara Indonesia, Ann Dunhan menetap di Jakarta, terhitung mulai 1967. Selama di Indonesia, Ia  mengajar Bahasa Inggris di Jakarta. Hanya 4-5 tahun saja ia tinggal di Jakarta, kemudian kembali ke Amerika.

Di awal 1970, Ann Dunham kembali masuk kuliah dan mendapatkan beasiswa untuk menyelesaikan MA nya.  Mengambil topik seputar kerajinan Pande Besi membawanya kembali ke Indonesia. Tahun 1992 atau  3 tahun sebelum ia meninggal, thesisnya dibukukan dengan judul “Peasant Blacksmithing in Indonesia: Surviving and Thriving Against all Odds”

Ann Dunham at Lombok Island (Hawaii University)

Ann Dunham at Lombok Island (Hawaii University)

Selama mengadakan penelitian di Jawa, Ann Dunhan juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Pulau Lombok, bertemu dengan para pengrajin pande besi di pulau nan elok di timur Bali ini. Foto foto yang dimiliki Departemen Antropology Universitas Hawaii, memperlihatkan aktivitas Dunham selama di Lombok [lmj]

Tulisan ini dimuat di http://www.sasak.org/2012/01/12/jejak-ann-dunham-ibunda-obama-di-pulau-lombok/

Sebentar lagi, Ummat Islam di Kawasan Lombok dan sekitarnya akan memiliki sebuah Al Qur’an terjemahan Bahasa Sasak. Sebuah upaya penerjemahan teks teks suci Al Qur’an ke dalam Bahasa Sasak, telah dimulai  sejak bulan Juni 2011 atas inisiatif  alumni Timur Tengah yang ada di IAIN Mataram. Tim Lajnah Penerjemah Al-Qur’an Base Sasak, saat ini  diketuai oleh Dr. Subhan Achiem, Lc.MA. Selain melakukan penerjemahan, Tim Lajnah juga akan membuat kajian kajian tafsir tematik berbahasa Sasak.

Juz Amma Terjemahan Bahasa Sasak

Bak gayung bersambut, semua proses penerjemahannya ini didukung dan dibiayai oleh Kementrian Agama untuk 30 juz, sementara Juz Amma yang baru selesai diterjemahkan akan diterbitkan oleh penerbit Almahira Jakarta dengan bantuan Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi.

“Penyelesaian akhir keseluruhannya ada pada Tim Lajnah dan Editor. Kedepan diharapkan akan diselesaikan penerbitan lengkap 30 Juz yang diharapkan dananya dari Pemerintah Propinsi” Kata Agus FN, editor dan penyelaras akhir dari sisi bahasa. Agus berharap, Al Qur’an terjemahan Bahasa Sasak ini akan bisa didistribusikan gratis untuk masyarakat sasak.

Dimuat juga di http://www.sasak.org/2012/01/09/tim-lajnah-penerjemah-al-quran-base-sasak-rampungkan-juz-amma-almajidi/

Pergantian tahun adalah masa libur panjang bagi masyarakat yang tinggal di Jepang, termasuk warga Indonesia yang ada di negara matahari terbit ini. Tak beda dengan kebiasaan masyarakat dunia lainnya, sebagian dari mereka biasa mengisi masa break ini  dengan liburan dan mengunjungi tempat tempat wisata. Tak jarang, waktu yang demikian berharga ini hanya mengalir begitu saja, bahkan diisi dengan kegiatan yang kurang bermanfaat.

Untuk mengisi liburan dengan kegiatan yang positif, Forum Kajian Islam Tokyo dan Sekitarnya (FORKITA) kembali mengadakan Daurah Tsukuba, yang merupakan Daurah ke 4 kali diadakan dengan menggandeng Forum Komunikasi Muslim Indonesia Tsukuba (FKMIT). Tak tanggung tanggung, Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) Jepang secara khusus mendatangkan pembicara dari Indonesia untuk kebutuhan acara Daurah ini.

Mengambil tema “Meneladani Jalan Dakwah Para Nabi”, acara yang berlangsung selama tiga hari dua malam sejak 30 Desember 2011 sampai 1 Januari 2012 ini, dikemas dengan sangat apik.

Peserta Daurah Tsukuba - Saat Olahraga Pagi

Tak kurang dari enam puluhan peserta berdatangan untuk menghadiri acara spesial di Masjid Tsukuba yang terletak di bagian barat laut Kampus University of Tsukuba, satu satunya masjid di Tsukuba, Ibaraki, Jepang. Peserta yang datang sebagian besar di jemput oleh panitia di dua lokasi berbeda: di Kenkyugakuen Station dan di Tsukuba Center. Mereka berasal dari berbagai daerah dari beberapa provinsi di Kawasan Kanto, seperti Gunma, Tochigi, Ibaraki, Saitama, Tokyo, Chiba, dan Kanagawa. Yang menarik, peserta adalah gabungan dari para pekerja Indonesia di Jepang (Trainee), Pelajar Indonesia dan Peneliti Indonesia di Jepang.

Ust. Cholid Mahmud

Ust. Cholid Mahmud, ST, MT yang didatangkan langsung dari Jogjakarta, fokus mengulas sejarah para nabi dan rasul. Diantara Nabi/Rasul yang diangkat adalah Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Yusuf dan Nabi Muhammad SAW. Pembicara ini, berada di Jepang untuk mengisi pengajian komunitas Indonesia di beberapa tempat di Jepang. Cholid Mahmud melakukan safari dakwahnya  selama 2 minggu dan akan berakhi 7 Januari nanti.

Selain materi yang mendukung tema utama, panitia juga menghadirkan sebuah materi tambahan seputar bagaimana cara belajar memahami Al Quran. Adalah Ust. Agus Sastra dari Understand Quran Interactively (UQI), yang menawarkan sebuah metode baru dalam mempelajari bahasa Arab yang ada dalam Al-Quran secara interaktif. Agus Sastra pernah menetap selama 17 tahun di Arab dan  merupakan salah satu founder website understandquran.com

“Allah SWT telah menurunkan Rasul-Rasulnya serta mengisahkan bagaimana perjuangan para Rasul dalam menegakkan Risalah Allah di tengah-tengah kaumnya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah kisah tersebut” urai Nur Ahmadi, dalam sambutannya sebagai ketua panitia diawal acara.(lmj)

Dimuat di http://hidayatullah.com/read/20491/03/01/2012/pergantian-tahun-dengan-daurah-tsukuba.html

Tulisan Sebelumnya »