Muslim di Taiwan : Assalamu’alaikum,.. Nali!?

•Oktober 3, 2009 • & Komentar

Assalamu’alaikum,.. Nali!?

Muslim Taiwan, diambil dari buku Travelling in Taiwan for Muslim

Muslim Taiwan: gambar diambil dari buku Travelling in Taiwan for Muslim :

Itulah sapa hangat seorang taiwanese ketika pertama kali kami berjumpa, perjumpaan yang singkat yang tentunya tak ada harapan tuk bertemu lagi. Ia adalah seorang sopir Bus Kota no 40 di Taichung City. Kami bertemu tak sengaja setelah beberapa menit diriku menunggu BUS 30 atau 40 di dekat “pyramid”, tempat BUS menaikkan dan menurunkan penumpangnya, lokasinya tak jauh dari Stasiun Kereta Api Taichung.

Perjalanan 1,5 jam dari Chungli dengan tujuan akhir di Masjid Taichung, Hari sabtu ke tiga Ramadhan ini. Lelah yang terasa, mendadak hilang begitu kaki ini melangkah naik ke atas BUS itu, sapaan hangat sang sopir membuatku terperanjat. Assalamu’alaikum.. Nali!? ucapnya dengan fasih, ah.. subhanallah, Allah selalu punya cara untuk menyenangkan hambanya. Ucapan salam yang begitu singkat dan tulus itu, walau muncul dari seorang non muslim mampu membawa rasa aman dalam hati ini.

Setelah sadar akan adanya pertanyaan yang diajukan kepadaku, sesuai petunjuk seorang kawan yang kuminta lewat SMS, kujawab saja dengan jawaban singkat itu ” Taichung, Jinchense, Tatun Lu“, dia mengerti, dan akupun duduk persis dibelakangnya. Kurasakan ada nikmat yang hadir dalam diriku, ya rasa aman dan nyaman, sebuah nikmat yang jarang sekali kutemukan, bahkan di negara sendiri. Bepergian keberbagai tempat di taiwan, tuk sekedar bertemu dengan teman teman mahasiswa dan pekerja terasa tanpa beban, tak ada ketakutan apapun, walau sering kali diriku nyasar ke arah lain.

Teringat waktu pertama kali ke jakarta, untuk mencari data di bogor. Aku sempat menginap di jakarta timur di sebuah pemukiman padat khas pinggiran ibukota. Suasananya tak membuatku tenang, perasaan akan bertemu geng gila atau pemabuk di gang gang sempit itu selalu menghantuiku.. Di kesempatan lain, ketika harus naik kopaja, dengan entengnya kenek itu membentakku dan menyuruhku turun dari kopajanya. Sama juga, kejadian di jembatan merah surabaya, begitu naik lyn, angkutan kota di surabaya, dengan ringannya pak sopir mengusirku keluar dari Lyn nya. Di desapun seperti itu, setiap malam selalu dihantui perampokan dan pencurian yang begitu rajinnya hadir di kampungku. Ah, belum lagi teror kecopetan disetiap keramaian, di masjid bahkan di acara pengajian!

Untuk masalah kenyamanan dan perasaan aman ini, ku acungkan jempol untuk Taiwan, negeri dengan mayoritas berpenduduk budha ini. Walau umat islam yang menjadi warga negara ini hanya 38 ribu jiwa saja, ditambah 150 ribu penduduk musiman dari para pekerja migran dari indonesia. Walau banyak hal yang tidak islami, tampaknya banyak juga nilai nilai islam yang telah menjadi budaya dan perangai sosial masyarakat sini. Dan anehnya, nilai nilai ini teramat susah ku jumpai di negeriku yang mayoritas penduduknya beragama islam.

Ah, seandainya saja, negeri ini dipenuhi oleh orang orang yang beriman pada Allah, alangkah mudahnya menemukan sopir sopir bus menyambut penumpangnya dengan “Assalamu’alaikum, Nali?”, begitu juga dengan masyarakat yang bekerja di sektor lain.

Bagaimana wajah islam di negeri ini beberapa puluh tahun ke depan, menjadi pertanyaanku sampai saat ini. Setiap tahun diperkirakan ada 100 muallaf baru di seluruh taiwan, namun sangat disayangkan, gelora dakwah dan semangat berislam masyarakat lokal boleh dikata agak rendah. Bisa terlihat dengan jelas, dari masjid masjid yang ada di sini, kehidupan di masjid, bagaimana keterikatan dengan masjid dan upaya menghidupkan masjid. Tidak menjadi rahasia umum lagi, jika masjid masjid di sini, hanya ramai oleh pendatang. Tak terbayangkan apa jadinya masjid yang berjumlah 6 itu tanpa para pendatang, tak terbayangkan apa jadinya jika tidak ada imigran dari thailand dan myanmar yang migrasi dari negara mereka dan rela menetap disini, menikah dan menjadi warga negara taiwan. Tak terbayangkan apa jadinya, jika tak ada muslim pakistan dan india, yang begitu giatnya berbisnis dan begitu dermawannya mereka menafkahi masjid. Tak terbayangkan, jika tak ada pekerja migran dari indonesia, yang selalu memenuhi masjid tatkala bulan ramadhan, menjadi separuh jamaah jumat dan selalu bersemangat dalam berdakwah.

Ah, umat muslim taiwan, bukanlah umat baru, yang muncul dengan tiba tiba. Bukan pula umat pendatang atau orang asing baru di pulau kecil ini. Umat islam, telah ada di sini sejak abad ke 17, mereka adalah para tentara dan pegawai pemerintah di daratan china, yang menyeberang ke taiwan untuk membebaskan taiwan dari penjajahan belanda. Mereka adalah para mujahid pembebas taiwan dari penjajah!. Di tahun 1949, Jumlah mereka juga bertambah dengan kedatangan 20.000 Muslim baru, para pendukung Partai Nasionalis Kuomintang, yang memilih hijrah daripada takluk dibawah Partai Komunis China.

Umat islam taiwan, punya sejarah panjang, kubertanya dalam diri ini, apa sebab mereka tidak bisa besar dengan pengalaman sejarah seperti itu. Mungkin benar, apa yang dikatakan oleh Profesor Lien Ya Tang, salah seorang sejarahwan taiwan. Kata beliau, meskipun banyak penduduk lokal yang beragama Islam, umat muslim dipulau ini tidak aktif menyebarkan agamanya, tidak aktif berdakwah. Bahkan, mereka juga tidak membangun masjid di pulau ini.

Dulu, Indonesia juga didominasi oleh non muslim, kemudian berkembang menjadi negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, bukan oleh kerja keras penduduk lokalnya saja, tapi karena campur tangan orang asing, campur tangan para pendatang dari timur tengah, dari gujarat, dari india bahkan dari china daratan. Itu artinya, perjuangan menegakkan kalimat Allah di bumi ini, bukanlah semata mata menjadi tugas berat muslim taiwan, tapi juga menjadi tugas berat kita, para pendatang dari berbagai negara. InsyaAllah, saatnya nanti, akan semakin mudah mendengar salam itu menyapa telinga kita: Assalamu’alaikum, Nali!?

Download MSE: Anti Virus Gratis dari Microsoft

•Agustus 12, 2009 • & Komentar

Bagi teman teman yang masih menggunakan “versi gratis” dari “anti virus komersil”.

Berikut ada kabar gembira dari Microsoft yang telah mengeluarkan antivirus resmi microsoft, diberikan secara gratis bagi yang menggunakan Windows Asli.

Karena link aslinya ada masalah, anda bisa mendonload dari sofpedia:

http://www.softpedia.com/progDownload/Microsoft-Security-Essentials-Download-131683.html

Prosedur STANDAR Instalasi ANTIVIRUS:
1. Download AntiVirus Baru yang akan anda install
2. Disable semua koneksi keluar masuk (J2ringan Internet harus Off)
3. Uninstall Anti Virus lama yang sudah ada di komputer atau laptop anda
4. Restart Laptop or Komputer anda
5. Install AntiVirus Baru Anda
6. Update Anti Virus Baru Anda
7. Full Scan Laptop or Komputer tersebut

Selamat Bekerja dan Sukses Selalu

Semoga bermanfaat.

Tak Semua Bisa Dilogika

•Juli 16, 2009 • & Komentar

Kolom Komunitas BangJae

“Saya menikah hanya bermodal katok. Hanya itu yang bisa saya beli dengan uang saya sendiri. Sarung, Baju dan Peci yang saya gunakan ketika akad nikah, semuanya adalah pinjaman. Bahkan, mas kawin yang saya persembahkan untuk istri saya hanya uang 20 ribu hasil pemberian orang di pasar”

(cerita cak dul, sopir taxi yang mengantarku ke bandara saat itu..)

Lalu Muhamad JaelaniLalu Muhamad Jaelani

[Sasak.Org] Pergantian zaman telah banyak merubah gaya hidup dan cara pandang kita terhadap hidup itu sendiri. Saat ini, semua peta hidup yang kita lalui seakan tunduk dan patuh pada perintah raja kecil bernama logika. Hampir tak ada keputusan besar dan penting yang kita ambil tanpa persetujuan sang logika. Betapa banyaknya perkara di dunia ini yang digagal diambil gara gara diveto olehnya.

Tanpa bermaksud untuk meletakkan Logika dalam sisi tidak penting dalam hidup ini, karena bagaimanapun Logika sebagai produk dari fikiran kita adalah rahmat  yang sangat bernilai dan harus kita manfaatkan sebesar besarnya untuk keselamatan kita di dunia sampai akhirat sana, saya ingin mengajukan beberapa sisi lain dari perjalanan hidup beberapa kawan, sahabat dan orang orang yang pernah saya temui. Betapa banyak di antara mereka bahkan kita yang bisa “tidak tunduk” seratus persen pada logika dan (cukup) menempatkannya pada porsi yang layak.

Ambil contoh sederhana dari seorang Cak Dul, yang kata katanya saya kutipkan di awal tulisan ini. Cak Dul bagi sebagian orang mungkin adalah sosok yang bisa menjadi contoh, karena dia berangkat dari nol dengan modal DOA dan Ikhtiar semata serta penyerahan diri yang utuh pada Sang Sutradara Kehidupan. Terlahir dari keluarga miskin, menikah dengan orang miskin tak membuatnya menyerah. Dari sopir angkot selama 15 tahun, sampai menjadi sopir taxi 3 tahun terakhir ini, hidupnya diliputi ketidakpastian.

Ia mencoba membuat hitung hitungan di depan saya, saat ini saja, penghasilan dia hanya 15% dari pendapatan menarik taxi sehari. Paling banyak, dalam sehari ia hanya mampu mengumpulkan uang 300 ribu, itu artinya dalam sehari ia hanya membawa pulang 45 ribu. Uang itu ternyata sudah habis sebelum ia sampai di rumahnya di Kelurahan Keputih, Sukolilo. Biaya operasional untuk menghidupi dirinya sama besarnya dengan uang 45 ribu itu. Katanya: “uang itu habis buat makan 3 kali, beli es dan sedikit camilan di jalan. Mungkin sampeyan bertanya, mengapa saya bisa bertahan sekian lama di surabaya dengan kondisi seperti itu? bekerja dan tidak mendapatkan apa apa, jika kita hitung dengan logika saya tadi, lanjutnya.

Tanpa menunggu jawaban saya, dengan penuh penghayatan, Bapak 3 putra ini menjawab sendiri pertanyaannya. Saya sudah menjalani hidup yang lebih menderita dari ini dan saya berhasil melaluinya, Alhamdulillah. Walau hitungan hitungan yang saya buat tidak menjamin masa depan saya, saya tidak boleh menyerah, saya jalani saja. Tugas saya hanyalah ikhtiar mas, semua sudah ada yang mengatur. Kalau saya menyerah, tentu bisa dipastikan saya hanya berpangku tangan dan menjadi pengangguran. Saya bekerja dan tidak, toh hasilnya sama. Tapi saya tidak mau menyerah, kerja saya tiap hari, menarik taxi adalah bukti syukur saya pada Allah sekaligus kewajiban saya pada istri dan anak saya. Begitulah cerita Cak Dul.

Di pulau lain, cerita sama sangat banyak kita temukan dan mungkin lebih mengerikan. Ambil contoh adalah kehidupan orang tua saya sendiri, Ayah saya dan juga Ibu saya (semoga Allah menyayangi mereka) menjadi contoh terdekat bagi kehidupan saya. Ayah yang hanya lulus Sekolah Rakyat (itupun tanpa ijasah) dan Ibu yang hanya sampai kelas tiga Sekolah Rakyat, begitu memahami jalan hidup ini. Tak semua mereka logika, bahkan yang sudah terlanjur mereka logikapun tidak mereka biarkan menundukkan jalan maju mereka. Ayah saya bilang, ketika ia menikah, ia hanya bermodal dua kain panjang, dua kain ini masih tersimpan rapi di lemari kayu kami. Ayah tak punya pekerjaan sampai saya lahir. Hidup keluarga ditopang oleh Ibu yang berjualan di pasar, seadanya, berangkat kepasar mengutang beberapa barang orang, kemudian dijual kembali kepada pembeli, siangnya utang itu dibayar dan ibu bisa kembali pulang dengan membawa selisih harga jual tadi. Orang Lombok menyebutnya sebagai aktivitas NENTEN.

Kelahiran sayapun sangat jauh dari layak, lahir digubuk orang yang air hujan bisa menerobos dengan gampang ke dalam rumah. Alhamdulillah, semua bisa berjalan lancar, bahkan melampai cita cita mereka terhadap kehidupan dan masa depan penerusnya.

Hidup tidak semua dilogika, bahkan ketika ayah tiba tiba ingin berangkat haji. Keinginannya yang besar di bakar olah nyanyian Qasidah “Pedagang Kaki Lima” yang menceritakan bahwa Pedagang Kaki Lima pun bisa naik haji. Semangatnya untuk naik haji, dipertajam dengan bekerja keras dan belajar mengaji, karena waktu itu, ayah tak bisa membaca alqur’an. Ibu hadir menjadi guru mengaji dan kolega menjemput rizki dan cita cita besarnya. Setelah ayah berhasil, Alhamdulillah ibu bisa menyusul 2 tahun setelahnya.

Ada juga cerita lain di sebuah tempat pembuangan sampah di keputih (sebelum TPA ini ditutup). Seorang pemulung, saya temui sedang berlindung dibawah kardus dari hujan diantara tumpukan sampah, kardus itu adalah rumahnya. Ia jalani dengan ikhlas, tanpa pernah mengeluh, tak pernah merasa kekurangan. Karena apa yang Allah berikan untuknya juga untuk KITA, tanpa kita minta,  jauh lebih banyak dari apa yang kita minta.

Berdoa, Berikhtiar, Tawakkal itulah kata kuncinya. Semoga Allah menjadikan ANDA sebagai orang sukses DUNIA dan AKHIRAT sekaligus.

Jhongli City, 16 Juli 2009

Musim Ompol, Semua Menjadi Politisi!

•Juli 16, 2009 • & Komentar

Kolom Komunitas BangJae

Lalu Muhamad JaelaniLalu Muhamad Jaelani

[Sasak.Org] Tukang becak tiba tiba doyan berbicara politik, pedagang sayur dipasar pasar rakyat, siswa siswa sekolah juga begitu, apalagi mahasiswa, eksekutif muda dan para pekerja mapan.

Politik benar benar telah merasuki segenap jiwa bangsa ini, bahkan mereka yang tidak ada hubungan langsung dengan tema pembicaraan politisi di pusat kekuasaan sana ikut ikutan sok sibuk, ribut menggadang calonnya, ribut mencari cara untuk menjatuhkan jagoan kawan kawannya.

Tetangga yang semua akur dan saling tegur sapa, tiba tiba menjadi seolah tidak kenal. Kawan kawan akrab yang rajin berakrab ria, saling tunjuk muka. Aura permusuhan dan perpecahan mencuat bersamaan dengan musil OMPOL ini, semua orang ng-omong politik, banyak orang tak sengaja mencari musuh dan berlomba lomba membuktikan kesaktian diri, ya kesaktian diri dalam berdebat dan mengajukan data data paling sahih, tentu menurutnya.

Sementara pihak lain yang merasa terpojok bukannya berdiam diri, jurus jurus mautpun tiba tiba hadir dan tercipta, untuk apa lagi selain melumpuhkan kesaktian lawannya, musuhnya yang tak lain adalah temannya sendiri.

Di musim ompol ini, dengan sangat mudah kita temukan orang orang yang dulunya diam, kalem dan periang tiba tiba menjadi reaktif, kata kata seperti Lanjutkan akan dibalas dengan Lebih cepat lebih baik, teriakan merdeka akan disambut dengan sorakan lanjutkan, begitulah seterusnya.  Entahlah..

Ada juga sebuah fenomena unik, tak kan mudah menemukannya di meja kelas, apalagi saat ujian nasional. Pemilihan jagoan ternyata diputuskan terlebih dahulu daripada mengumpulkan daftar alasan mengapa kita harus memilih. Alasan alasan memilihpun sering muncul hanya sebagai upaya berkelit dari serangan pihak lain. Bahkan yang lebih menyedihkan, upaya mencari alasan alasan itu kerap kali terlupa hanya gara gara kita sibuk mencari kelemahan dan kekurangan jagoan lawan.

Betapa mudahnya kita terlarut dalam permainan dan tabuhan gendang orang yang tidak mengenal kita, bahkan hanya memikirkan nasib masyarakat marjinal disaat saat butuh coretan pulpen di atas kertas suara.

Janganlah karena kebencian kita kepada sebuah golongan, orang lain dan kelompok lain, membuat kita berlaku tidak adil terhadapnya. Tetaplah proporsional, tak perlu mencari musuh baru dan menampakkan kesaktian diri.

awal dinihari, senin 22 juni 2009
Jhongli City, Lalu Muhamad Jaelani

GRK, Hutan dan Laut kita

•Mei 26, 2009 • 1 Komentar

Gas Rumah kaca (GRK) memainkan peran penting dalam perubahan iklim dunia. Gas ini terdiri dari CO2, methan, Nitrouse Oxide dan ozone. Ketika sinar matahari mencapai permukaan bumi, sebagian di serap oleh bumi, ini menyebabkan suhu permukaan meningkat.

Disamping itu, permukaan bumi melepas radiasi gelombang panjang (long wave). Sebagian dari radiasi ini diserap oleh GRK. GRK  kemudian melepas emisi baik ke luar bumi maupun ke arah dalam. Emisi yang kembali dilepas ke bumi akan menyebabkan pemanasan bumi. Inilah yang dikenal dengan fenomena GRK. Ketika jumlah GRK meningkat, maka temperatur permukaan bumi akan otomatis naik.

Mengapa Carbon?

Carbon dioxide (CO2) selanjutnya disebut saja dengan CARBON, adalah komponen penyusun GRK antropogenik terbesar. Jumlahnya mencapai 72 % dari total GRK, yang berperan 9-26% dari fenomena GRK.

Selama 20 tahun terakhir, emisi karbon didominasi oleh pembakaran bahan bakar fosil melalui proses konversi fosil ke gas. Sisanya 10-30 % berasal dari perubahan lahan dan deforestasi.

Kenapa Hutan?

Ekosistem hutan memegang peran penting dalam siklus carbon global. Sekitar 80% dari cadangan carbon atas tanah (above ground) dan 40 % bawah tanah (below ground) ada di hutan. Hutanpun memegang peranan sebagai penyerap carbon (yang ada di atmosfir)  terbesar.

Carbon berbahaya bagi laut

Hutan merupakan salah satu penyerap carbon (carbon sink) terbesar dan teraman. Namun, kerusakan yang terjadi pada hutan akan menyebabkan LAUT berperan sebagai penyerap utama carbon tersebut.

Peneliti pada Museum Nasional Sejarah Alam Smithsonian Institution Washington Amerika, Nancy Knowlton mengatakan potensi penyerapan karbon (carbon sink) oleh laut memang besar akan tetapi hal tersebut dapat mengakibatkan rusaknya kehidupan biota laut. Laut memang menyimpan potensi penyerapan karbon besar tetapi dampaknya bisa mengakibatkan kadar air laut menjadi asam (asidifikasi) yang bisa menyebabkan kerusakan biota laut”

Mari jaga HUTAN kita, kerusakan hutan akan menurunkan kwalitas hidup anak cucu kita dimasa mendatang!

Daftar nama anggota baru DPRD NTB

•Mei 18, 2009 • 1 Komentar

Mataram [Sasak.Org] Komposisi DPRD NTB hampir sama kondisi di  DPRD Lobar. Perubahan besar besaran terlihat dari bermunculannya wajah baru.

“Hanya 20 orang dari 55 orang anggota DPRD NTB terpilih yang wajah lama. Selebihnya wajah baru,” kata Fauzan Khalid, Ketua KPU Provinsi NTB, seusai memimpin pleno penetapan perolehan jumlah kursi partai politik  peserta Pemilu 2009 dan penetapan anggota DPRD NTB terpilih, di Mataram, Senin.

Hasil akhir penetapan caleg DPRD NTB adalah sebagai berikut:

Partai Golkar (10 kursi)

  1. Ir H. Misbach Mulyadi,
  2. Drs H. Lalu Sujirman,
  3. H. Moh. Suhaili Fadil Thohir, SH,
  4. H Lalu Wiraginawang,
  5. Baiq Indah Puspitasari, SE,
  6. Ardany Zulfiqar, SH,
  7. Drs H. Sahafari Asy’ari,
  8. Muh. Amin, SH,
  9. Drs A. Hafid dan
  10. H. Wahiddin H.M. Noer, SE.

Partai Demokrat (8 Kursi)

  1. H. Mahsar,
  2. Moh. Maliki,
  3. M. Intihan,
  4. Lalu Abd. Halik Iskandar,
  5. Romani,
  6. H. Bustam, SH,
  7. M. Said Ahmad dan
  8. Drs Sulaiman Hamzah

Partai Keadilan Sejahtera (6 Kursi)

  1. Istiningsih,
  2. H. Mosleh Kholil, SIP,
  3. Patompo, LC,
  4. H. Abdul Hadi,
  5. Johan Rosihan dan
  6. Suryadi Jaya Purnama, ST.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( 5 Kursi)

  1. Ir Made Slamet, MM,
  2. Dra Endang Yulianti,
  3. Drs Ruslan Turmudzi,
  4. H.M. Husni Djibril, B.Sc dan
  5. H. Supardi, SH, M.Si.

Partai Bulan Bintang ( 5 Kursi)

  1. H.A. Isror Idris, SH,
  2. H.L. Moh. Syamsir, SH,
  3. TGH Husnud Du’at,
  4. Lalu Yaqutunnafis, S.Pd, dan
  5. Zulkarnaen, SE, MM.

Partai Amanat Nasional ( 4 Kursi)

  1. H. Hadi Sulthon, S.Sos,
  2. Rizali Hadi, S.Pd,
  3. H. Edy Muchtar, S.Sos dan
  4. Drs H. Ali Ahmad, SH.

Partai Persatuan Pembangunan ( 4 Kursi)

  1. Drs H. Muzihir,
  2. Dra Hj Wartiah, M.Pd,
  3. Drs TGH Hazmi Hamzar dan
  4. Nurdin Ranggabarani, SH, MH.

Partai Hati Nurani Rakyat ( 3 Kursi)

  1. Suharto, ST, MM,
  2. H. Burhanudin, S.Sos, MM, dan
  3. H. Rumaksi, SJ, SH.

Partai Karya Pembangunan Bangsa ( 2 Kursi)

  1. H. Machsun Ridwainy, S.Sos, MBA dan
  2. Ahmad, SH,

Partai Gerindra ( 2 Kursi)

  1. M. Sakduddin, SH, dan
  2. Mori Hanafi, SE, M.Com

Partai Bintang Reformasi ( 2 Kursi)

  1. Drs H.Abd. Rahman Fajri, M.PdI, dan
  2. Drs TGH Abdul Hayyi Nu’man, MPdI.

Partai PPI ( 1 Kursi)

  1. H.M. Adnan Kasogi, SH

Partai PPRN (1 Kursi)

  1. Drs Noerdin H.M. Yacub

Partai Kebangkitan Bangsa ( 1 Kursi)

  1. H. Najamudin Mustafa

Partai Kebangkitan Nasional Ulama ( 1 Kursi)

  1. Drs H. Marinah Hardy

Suara Sah per DAPIL

  1. Dapil 1 (Kota Mataram)=  147.298 (5 kursi)
  2. Dapil 2 (Kabupaten Lombok Barat) = 346.471 (10 Kursi)
  3. Dapil 3 (Kabupaten Lombok Tengah) = 387.740 (10 Kursi)
  4. Dapil 4 (Kabupaten Lombok Timur) =505.951 (14 Kursi)
  5. Dapil 5 (Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat)= 251.018  (6 Kursi)
  6. Dapil 6 (Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima)= 392.619    (10 Kursi)

Perolehan suara dan penetapan Anggota Legislatif NTB dilakukan dalam pleno terbuka yang diselenggarakan KPU Provinsi NTB di Hotel Lombok Raya Mataram, sore tadi. [WKS-5]

sumber:http://www.sasak.org/berita/politik/874-dprd-ntb-didominasi-penghuni-baru-.html

Anggota DPR dapil JATIM & DPRD 2 Surabaya

•Mei 1, 2009 • & Komentar

prediksidprdapiljatimcalegdprdsurabaya

SUMBER Koran SURYA

UAN penuh kecurangan? apa iya?

•April 30, 2009 • 1 Komentar

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Seminggu kemarin adalah saat saat mendebarkan bagi adik adik kita yang mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN). di balik keseriusan dan kecemasan itu, banyak kisah menarik yang bsia kita dapat. saya tidak tahu apa kisah ini masih bisa kita temui tahun ini.

Alkisah, tahun 1999 lalu, tatkala saya masih berseragam putih abu, mengakhiri minggu terkahir sebagai anak SMA, ya hanya beberapa hari sebelum Ujian, waktu itu namanya EBTANAS. ditengah perjalanan (kaki) yang melelahkan, antara sekolah menuju perempatan seruni, hawa siang sangat panas. saya bertemu (tepatnya dihadang) beberapa orang yang menawarkan SOAL EBTANAS, dia menjanjikan bisa memberikan semua mata pelajaran dengan imbalan 2 juta rupiah. Ah gombal, saya cuek saja. toh ndak punya uang sebanyak itu.

Eh ternyata sesampai di kos kosan di jalan gunung baru 12 dasan agung, beberapa teman sudah membawa soal, katanya dia beli diorang yang baru saja datang langsung ke kos kosan. dia beli beberapa soal, tidak semua pelajaran. Teman saya ini kemudian meminta saya untuk menyelesaikan soal Matematika IPS, karena saya hobi ngutak atik soal, langsung saja malam itu saya selesaikan.

Hari ujian sudah tiba, hari ini ujian PPKN. beberapa teman sudah mentato telapak tangan dan lemngannya dengan kode kode istimewa, mereka berhasil keluar dari kelas lebih cepat dari saya yang memang bingung juga berhadapan dg soal soal PPKN. Keluar dari kelas, meledaklah keributan, kawan kawan yang tadinya mentato tangannya itu sangat gembira, semua soal keluar! begitulah yang saya dengarkan, ternyata kode2 itu adalah jawaban dari bocoran soal yang dia beli beberapa hari yang lalu. Belum sempat saya beranjak, tiba tiba seorang kawan mendekat, nafasnya naik turun. ” eh soal yang kita dapat itu salah kode, kode ini keluarnya di denpasar tahu! benar saja, semua yang sudah gembira tadi langsung duduk lesu di lantai. saya tak peduli, langsung saja kabur dari TKP, langsung pulang ke kos untuk mempersiapkan pelajaran selanjutnya.

Beberapa hari, setelah ujian matematika, kawan saya yang pernah saya bantu untuk mengerjakan Soal Matematika IPS tiba tiba datang dan berterimakasih, katanya semua soal keluar urut sesuai dg bocoran. ALHAMDULILLAH katanya, ah gak tahu lah.

Ini cerita 10 tahun yang lalu, apakah ada cerita sejenis di sekolah semeton?

Ampure,

Lalu Muhamad Jaelani