Selamat Datang
Terimakasih atas kesedian anda berkunjung di gubuk saya. Tinggalkan pesan agar saya bisa berkunjung balik ke rumah anda.Gas Rumah kaca (GRK) memainkan peran penting dalam perubahan iklim dunia. Gas ini terdiri dari CO2, methan, Nitrouse Oxide dan ozone. Ketika sinar matahari mencapai permukaan bumi, sebagian di serap oleh bumi, ini menyebabkan suhu permukaan meningkat.
Disamping itu, permukaan bumi melepas radiasi gelombang panjang (long wave). Sebagian dari radiasi ini diserap oleh GRK. GRK kemudian melepas emisi baik ke luar bumi maupun ke arah dalam. Emisi yang kembali dilepas ke bumi akan menyebabkan pemanasan bumi. Inilah yang dikenal dengan fenomena GRK. Ketika jumlah GRK meningkat, maka temperatur permukaan bumi akan otomatis naik.
Mengapa Carbon?
Carbon dioxide (CO2) selanjutnya disebut saja dengan CARBON, adalah komponen penyusun GRK antropogenik terbesar. Jumlahnya mencapai 72 % dari total GRK, yang berperan 9-26% dari fenomena GRK.
Selama 20 tahun terakhir, emisi karbon didominasi oleh pembakaran bahan bakar fosil melalui proses konversi fosil ke gas. Sisanya 10-30 % berasal dari perubahan lahan dan deforestasi.
Kenapa Hutan?
Ekosistem hutan memegang peran penting dalam siklus carbon global. Sekitar 80% dari cadangan carbon atas tanah (above ground) dan 40 % bawah tanah (below ground) ada di hutan. Hutanpun memegang peranan sebagai penyerap carbon (yang ada di atmosfir) terbesar.
Hutan merupakan salah satu penyerap carbon (carbon sink) terbesar dan teraman. Namun, kerusakan yang terjadi pada hutan akan menyebabkan LAUT berperan sebagai penyerap utama carbon tersebut.
Peneliti pada Museum Nasional Sejarah Alam Smithsonian Institution Washington Amerika, Nancy Knowlton mengatakan potensi penyerapan karbon (carbon sink) oleh laut memang besar akan tetapi hal tersebut dapat mengakibatkan rusaknya kehidupan biota laut. Laut memang menyimpan potensi penyerapan karbon besar tetapi dampaknya bisa mengakibatkan kadar air laut menjadi asam (asidifikasi) yang bisa menyebabkan kerusakan biota laut”
Mari jaga HUTAN kita, kerusakan hutan akan menurunkan kwalitas hidup anak cucu kita dimasa mendatang!
Mataram [Sasak.Org] Komposisi DPRD NTB hampir sama kondisi di DPRD Lobar. Perubahan besar besaran terlihat dari bermunculannya wajah baru.
“Hanya 20 orang dari 55 orang anggota DPRD NTB terpilih yang wajah lama. Selebihnya wajah baru,” kata Fauzan Khalid, Ketua KPU Provinsi NTB, seusai memimpin pleno penetapan perolehan jumlah kursi partai politik peserta Pemilu 2009 dan penetapan anggota DPRD NTB terpilih, di Mataram, Senin.
Hasil akhir penetapan caleg DPRD NTB adalah sebagai berikut:
Partai Golkar (10 kursi)
- Ir H. Misbach Mulyadi,
- Drs H. Lalu Sujirman,
- H. Moh. Suhaili Fadil Thohir, SH,
- H Lalu Wiraginawang,
- Baiq Indah Puspitasari, SE,
- Ardany Zulfiqar, SH,
- Drs H. Sahafari Asy’ari,
- Muh. Amin, SH,
- Drs A. Hafid dan
- H. Wahiddin H.M. Noer, SE.
Partai Demokrat (8 Kursi)
- H. Mahsar,
- Moh. Maliki,
- M. Intihan,
- Lalu Abd. Halik Iskandar,
- Romani,
- H. Bustam, SH,
- M. Said Ahmad dan
- Drs Sulaiman Hamzah
Partai Keadilan Sejahtera (6 Kursi)
- Istiningsih,
- H. Mosleh Kholil, SIP,
- Patompo, LC,
- H. Abdul Hadi,
- Johan Rosihan dan
- Suryadi Jaya Purnama, ST.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( 5 Kursi)
- Ir Made Slamet, MM,
- Dra Endang Yulianti,
- Drs Ruslan Turmudzi,
- H.M. Husni Djibril, B.Sc dan
- H. Supardi, SH, M.Si.
Partai Bulan Bintang ( 5 Kursi)
- H.A. Isror Idris, SH,
- H.L. Moh. Syamsir, SH,
- TGH Husnud Du’at,
- Lalu Yaqutunnafis, S.Pd, dan
- Zulkarnaen, SE, MM.
Partai Amanat Nasional ( 4 Kursi)
- H. Hadi Sulthon, S.Sos,
- Rizali Hadi, S.Pd,
- H. Edy Muchtar, S.Sos dan
- Drs H. Ali Ahmad, SH.
Partai Persatuan Pembangunan ( 4 Kursi)
- Drs H. Muzihir,
- Dra Hj Wartiah, M.Pd,
- Drs TGH Hazmi Hamzar dan
- Nurdin Ranggabarani, SH, MH.
Partai Hati Nurani Rakyat ( 3 Kursi)
- Suharto, ST, MM,
- H. Burhanudin, S.Sos, MM, dan
- H. Rumaksi, SJ, SH.
Partai Karya Pembangunan Bangsa ( 2 Kursi)
- H. Machsun Ridwainy, S.Sos, MBA dan
- Ahmad, SH,
Partai Gerindra ( 2 Kursi)
- M. Sakduddin, SH, dan
- Mori Hanafi, SE, M.Com
Partai Bintang Reformasi ( 2 Kursi)
- Drs H.Abd. Rahman Fajri, M.PdI, dan
- Drs TGH Abdul Hayyi Nu’man, MPdI.
Partai PPI ( 1 Kursi)
- H.M. Adnan Kasogi, SH
Partai PPRN (1 Kursi)
- Drs Noerdin H.M. Yacub
Partai Kebangkitan Bangsa ( 1 Kursi)
- H. Najamudin Mustafa
Partai Kebangkitan Nasional Ulama ( 1 Kursi)
- Drs H. Marinah Hardy
Suara Sah per DAPIL
- Dapil 1 (Kota Mataram)= 147.298 (5 kursi)
- Dapil 2 (Kabupaten Lombok Barat) = 346.471 (10 Kursi)
- Dapil 3 (Kabupaten Lombok Tengah) = 387.740 (10 Kursi)
- Dapil 4 (Kabupaten Lombok Timur) =505.951 (14 Kursi)
- Dapil 5 (Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat)= 251.018 (6 Kursi)
- Dapil 6 (Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima)= 392.619 (10 Kursi)
Perolehan suara dan penetapan Anggota Legislatif NTB dilakukan dalam pleno terbuka yang diselenggarakan KPU Provinsi NTB di Hotel Lombok Raya Mataram, sore tadi. [WKS-5]
sumber:http://www.sasak.org/berita/politik/874-dprd-ntb-didominasi-penghuni-baru-.html


SUMBER Koran SURYA
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Seminggu kemarin adalah saat saat mendebarkan bagi adik adik kita yang mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN). di balik keseriusan dan kecemasan itu, banyak kisah menarik yang bsia kita dapat. saya tidak tahu apa kisah ini masih bisa kita temui tahun ini.
Alkisah, tahun 1999 lalu, tatkala saya masih berseragam putih abu, mengakhiri minggu terkahir sebagai anak SMA, ya hanya beberapa hari sebelum Ujian, waktu itu namanya EBTANAS. ditengah perjalanan (kaki) yang melelahkan, antara sekolah menuju perempatan seruni, hawa siang sangat panas. saya bertemu (tepatnya dihadang) beberapa orang yang menawarkan SOAL EBTANAS, dia menjanjikan bisa memberikan semua mata pelajaran dengan imbalan 2 juta rupiah. Ah gombal, saya cuek saja. toh ndak punya uang sebanyak itu.
Eh ternyata sesampai di kos kosan di jalan gunung baru 12 dasan agung, beberapa teman sudah membawa soal, katanya dia beli diorang yang baru saja datang langsung ke kos kosan. dia beli beberapa soal, tidak semua pelajaran. Teman saya ini kemudian meminta saya untuk menyelesaikan soal Matematika IPS, karena saya hobi ngutak atik soal, langsung saja malam itu saya selesaikan.
Hari ujian sudah tiba, hari ini ujian PPKN. beberapa teman sudah mentato telapak tangan dan lemngannya dengan kode kode istimewa, mereka berhasil keluar dari kelas lebih cepat dari saya yang memang bingung juga berhadapan dg soal soal PPKN. Keluar dari kelas, meledaklah keributan, kawan kawan yang tadinya mentato tangannya itu sangat gembira, semua soal keluar! begitulah yang saya dengarkan, ternyata kode2 itu adalah jawaban dari bocoran soal yang dia beli beberapa hari yang lalu. Belum sempat saya beranjak, tiba tiba seorang kawan mendekat, nafasnya naik turun. ” eh soal yang kita dapat itu salah kode, kode ini keluarnya di denpasar tahu! benar saja, semua yang sudah gembira tadi langsung duduk lesu di lantai. saya tak peduli, langsung saja kabur dari TKP, langsung pulang ke kos untuk mempersiapkan pelajaran selanjutnya.
Beberapa hari, setelah ujian matematika, kawan saya yang pernah saya bantu untuk mengerjakan Soal Matematika IPS tiba tiba datang dan berterimakasih, katanya semua soal keluar urut sesuai dg bocoran. ALHAMDULILLAH katanya, ah gak tahu lah.
Ini cerita 10 tahun yang lalu, apakah ada cerita sejenis di sekolah semeton?
Ampure,
Lalu Muhamad Jaelani
Dari mana ? dari NTB ya? saya kira kamu dari Lombok…
Lombok itu di mananya mataram ya?
kamu orang NTB, kok tidak item, keriting?
[Sasak.Org] Sampai saat ini, masih saja kita temukan kekacauan dan tertukarnya penamaan NTB dengan NTT atau munculnya NTB (hanya) sebagai ekor dari BALI. Malah saya sering sekali mendengar orang memplesetkan NTB menjadi Nasib Tergantung Bali. Mohon maaf sebelumnya, tulisan ini tidak bermaksud apa apa, hanya sekedar ingin menempatkan Posisi NTB apa adanya, sesuai dengan yang memang seharusnya.
Kekacauan ini, kalau boleh saya menyebutnya demikian, tak lepas dari perjalanan tiga propinsi di NUSA kecil ini. Sebelum terbentuknya Propinsi Bali, NTB dan NTT, memang dahulu ketiga propinsi ini adalah satu, yakni Propinsi Nusa Tenggara. Namun setelah keluarnya UU 64 TAHUN 1958 (64/1958) tetang PEMBENTUKAN DAERAH-DAERAH TINGKAT I BALI, NUSA TENGGARA BARAT DAN NUSA TENGGARA TIMUR, maka Propinsi Nusa Tenggara sudah tidak ada, dan Nusa Tenggara Barat atau yang disingkat NTB atau di inggriskan menjadi West Nusa Tenggara adalah salah satu dari 3 propinsi baru itu, yang berbeda dari BALI maupun NTT.
Mari kita lihat salah satu bentuk kesalahan yang masih sering terjadi. Sebuah Media Nasional, bahkan merupakan salah satu media terbesar di tanah air ini masih saja melakukan kecerobohan dengan menuliskan NTB sebagai Nusa Tenggara Timur. Kesalahan seperti ini, bisa kita temukan di berbagai media nasional, tidak hanya di MEDIA INDONESIA yang dijadikan contoh berikut.

Seharusnya, sejak tanggal 14 Agustus 1958, sejak dikeluarkannya UU 64/1958 yang ditanda tangani oleh Presiden SOEKARNO, Menteri Kehakiman G.A. MAENGKOM dan Menteri Dalam Negeri SANUSI HARDJADINATA, kekeliruan ini semacam ini tidak perlu terjadi. Karena ini menyangkut identitas sebuah wilayah, identitas rakyat Bumi Gora. Atau jangan jangan semua ini adalah kesalahan kita, yang lemah dan selalu “merasa wajar” terpinggirkan dalam percaturan kehidupan bernegara. Lantas siapakah yang harus meluruskan? PEMDA atau kita?.
Ah .. apalah arti sebuah nama, jika yang punya saja tidak peduli.
[Sasak.Org] Mayat Mahmud (33) dari Masbagik Timur dan Malik (32) dari Montong Baan, Lombok Timur, telah tiba di Bandara Selaparang, tidak ada yang ribut. Mayat tersebut langsung dinaikkan ke kendaraan dan dibawa pulang ke kampung halamannya. Setiap bulan hampir saja selalu ada paket mayat TKI yang tiba di Selaparang. Bahkan, pengiriman mayat TKI asal NTB baik dari Malaysia maupun Arab Saudi kini dinilai sebagai suatu hal yang biasa-biasa saja, hampir sama dengan paket barang, kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB TGH Abdul Hamid Faisal.
Sepanjang pengetahuan penulis, berinterkasi dengan banyak TKI khususnya di Taiwan, kasus kematian dan kecelakaan kerja sepertinya sudah sangat lumrah. Tidak hanya mayat utuh, sering kali TKI kita yang meninggal di rantauan harus kembali ke tanah air dalam wujud abu, ia telah dikremasi (dibakar) untuk selanjutnya abunya saja yang dikirim ke Indonesia. Ini ternyata masih untung, banyak juga diantara mereka yang tak jelas rimbanya. Hilang, entah kemana.
Peti MayatKasihan Pahlawan ini, bahkan HAK terakhir mereka sebagai seorang muslimpun kadang terampas. Ia meninggalkan dunia ini tanpa di mandikan, dikafani dan disholati. Semoga Allah menerima mereka ditempat terbaik, atas jasa jasanya yang demikian besar bagi keluarga dan Bangsa ini dan atas segala hak mereka yang telah terampas. Cukup di dunia mereka sengsara, semoga surga yang kekal menjadi rumah keabadian mereka kelak.
Berdasarkan aturan hukum pekerja migran, setiap pekerja yang meninggal akan mendapatkan “imbalan” , 70% dari Asuransi dan sisanya 30 % dari agen alias PJTKI. Namun kenyataannya, tak banyak yang mendapatkan hak itu. Sudah sangat banyak keluarga TKI kita yang hanya mendapatkan kabar bahwa Pahlawan Keluarga mereka telah gugur. Tibanya paket mayat merupakan suatu anugerah walau tanpa perlindungan apa apa.
Hidup dan mati adalah taqdir, dimanapun kita berada, KEMATIAN akan menjemput, entah di luar negeri maupun di dalam kamar sendiri. Namun, setiap nyawa bangsa ini harusnya terlindungi oleh hukum dan asuransi. Untuk itu, siapapun anda yang berencana mengais rezeki di negeri orang, pastikan bahwa anda berangkat dari jalur resmi, dari PJTKI resmi dengan dokumen dan kontrak yang jelas.
[Sasak.Org] Apa jadinya jika salah satu kebutuhan dasar untuk hidup ini tidak terpenuhi? apa jadinya jika energi untuk menjalani hidup ini tersedia dalam jumlah dan waktu yang terbatas? Itulah yang kini kami hadapi di era abad baru yang sudah amat modern ini. Kami tidak punya listrik. Anak anak sekolah tidak bisa tenang belajar gara gara listrik yang padam teramat sering. Para investor ragu untuk masuk kampung kami, juga gara graa listrik. Investor yang sudah kadung masukpun kini teriak. Tak cukupkah teriakan kami didengar oleh para petinggi kampung ini. Novotel Lombok yang berduitpun sudah 11 tahun menunggu janji, hanya untuk mendapatkan pasokan energi. Apalagi anak kampung di pelosok yang tak pernah mengerti mengapa lampu sedemikian sulit untuk menerangi waktu waktu belajar mereka.
Ah, rupaya itu masalahnya. Rupanya petinggi kampung ini kekurangan daya, PLN kampung kami ternyata defisit 20 MW ! pantas saja listrik kami tak ubahnya lampu kelap kelip yang bersahutan antara terang dan gelapnya malam. Pantas saja, barang-barang elektronik seperti AC, kulkas, TV dan lain sebagainya demikian gampang rusak!! hanya kerangkeng jangkrik kami saja yang bisa bertahan lama.! Lalu kemana para petinggi kampung ini yang telah kami pilih dengan biaya milyaran itu? Dimanakah janjimu tatkala pemilihan dulu, yang akan mendorong (d) Percepatan pembangunan kelistrikan didaerah kami?
Maafkan daku wahai penggawa, aku lupa bahwa engkau telah berbuat, engkau telah menggelontorkan 6 Milyar untuk menangani masalah ini. Apakah ini juga masih janji? ingatkah kau Selasa, 16 Desember 2008 waktu itu, kau janjikan untuk menangani masalah ini? Ah, itu baru 5 bulan!, aku dan rakyat jelata kampung ini masih bisa menunggu hasilnya, mungkin saja listrik itu masih tersangkut di ibu desa sana, butuh waktu lama untuk sampai di kampung kami.
Sementara PLN, PERUSAHAAN besar itu ternyata hanya pandai berkelit saja. Selain mengaku kekurangan 20 MW, mereka juga mengaku mengalami kerugian sebesar 1,3 triliun setahunnya, sementara jumlah pemasukannya hanya Rp. 400 miliar saja. Halah, ini alasan lagi. Alasan terus.
Tak mau pusing, bukankah itu semua urusan kalian? kami sudah membayar kalian, memilih kalian untuk mengurusi masalah masalah di luar kepala bodoh kami. Sudahlah, kini yang aku ingin adalah LISTRIK bisa terpenuhi, menyala terus menerus dengan harga standar seperti kampung sebelah. Kalau tidak, sekalian saja kami semua tidak menggunakan listrik. Kembalikan saja kami ke jaman batu, kami sudah siap!
Pemilu (kita) itu..
[Sasak.Org] Pemilu Legislatif 2009 sudah selesai, semua mata kini tertuju pada hasil yang diraih. Banyak yang terhenyak, kaget dan lantas tertunduk lesu. Mereka adalah orang orang yang cita cita dan harapannya tidak sesuai dengan apa yang kini nampak di depan mata. Ada juga yang teriak kegirangan, mencukur rambut dan tiba tiba menjadi orang sok paling jago di negeri ini. Mungkin dalam hatinya, mereka berkata: Inilah hasil sebenarnya!, aku adalah orang yang paling banyak pendukung, dan rakyat sudah berkehendak untuk aku wakili.
Di kota paling padat, dibagian barat pulau jawa, para elit bergelut mempermasalahkan kecurangan pemilu, sementara sang penguasa negeri ini, yang notabene adalah orang yang paling bertanggungjawab atas kehebatan pemilu 2009 ini malah menuduh balik orang orang itu sebagai orang yang tidak dewasa dan tidak mau legowo menerima kekalahan. Ya, klop sudah. apalagi mereka yang teriak teriak itu tidak pernah mampu menunjukkan bukti, BUKTI yang bisa dibawa ke pengadilan, walapaun disana sini kita bisa merasakan betapa hancurnya pemilu kita.
Diluar itu semua, sudah banyak yang menjadi korban. Dari yang tiba tiba menjadi Orang Gila Baru, sampai mereka yang tidak tahan menghadapi kenyataan hidup dan menyerahkan diri pada seutas tali tambang yang diikat dileher mereka: Bunuh Diri!. Kesalahan memang dipihak mereka, mungkin tidak 100%, tapi semua itu bertumpu karena HARAPAN mereka yang terlalu tinggi dan tidak diikuti dengan menimbang kemampuan diri.
Kini, semua sudah selesai, saatnya yang sudah mengikat janji untuk membuktikan diri. Bukan berebut mencari modal untuk kembali. Kami semua akan menjadi saksi, betapa beratnya menjalankan tugas ini. Selamat bertugas bagi anda yang terpilih, Selamat menempa diri dengan kesabaran tinggi bagi anda yang kemenangannya tidak di tahun ini. Yakinlah, tidak perlu menjadi orang besar untuk bisa mengabdikan diri, kitapun rakyat kecil bisa tetap ikut mengabdi!





