Hari Jum’at lalu, sebelum lebaran tiba.

Biasanya saya mudik ke Lombok menggunakan BUS Malam, langsung dari Surabaya. Setahu saya hanya tahun lalu saja menggunakan pesawat. Lebaran ini, sebenarnya mau mudik pakai BUS juga, karena sudah di Banyuwangi rencananya naik BUS Surabaya-Mataram di Banyuwangi, resikonya karcis harus banyar penuh! 250.000, walaupun perjalanan tinggal separuh.  Tapi entahlah, setiba di Ketapang, Walau ditunggu tunggu, BUS Malam tidak kunjung tiba, langsung saja saya putuskan estafet, dari keatapang naik BUS KA menuju Denpasar, Bayar 40 Ribu, anehnya penumpangnya saya sendiri.

Sesampai di Denpasar, Hari sudah siang, lelah sekali, apalagi dalam kondisi berpuasa. Setelah Sholat dan nunggu L300 yang nunggu penumpang penuh, sekitar jam 3 Siang, kami meluncur ke PadangBay, perjalanan 63 KM hanya ditempuh kurang dari satu jam, lewat  Bypass, kali ini bayarnya 35 Ribu, katanya sih patungan.

Beberapa menit sebelum jam 4, beli tiket (20 Ribu 500 dulu) di Padang Bay, dilanjutkan dengan naik ferry ke Lombok, Hah .. pelayaran cukup melelahkan, Buka puasapun harus di kapal dengan POP Mie yang harganya selaut  selangit.  tepat jam 9 Malam, Ferry berlabuh di Pelabuhan Lembar, Lombok terlihat tenang dan damai, “Hallo, Welcome to Lombok!”.

Bersama 2 Orang Tentara, yang saya kenal di kapal, saya kemudian melanjutkan perjalanan ke Terminal Mandalika di Bertais menggunakan Taxi2-an, Bayarnya juga mahal 60 Ribu.  Sesampai di mandalika, seperti biasa, kalau sudah di atas magrib, jangan harap dapat angkutan umum di terminal ini, sepi, yang ada cuma ojek dan “preman”. Untung kakak sudah ada disana, Perjalannpun dilanjutkan dengan sepeda motor ke Kotaraja, dingin sekali. Alhamdulillah jam 11 malam saya bisa ketemu dengan keluarga di Lombok. Assalamu’alaikum!

About these ads