Tag

,


“… Man kazaba a’laiya muta’ammidan falyatabawwa maq’adahu minannaar”. Dari Abi Hurairah, ia berkata. Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam: “Barangsiapa yang berdusta atasku (yakni atas namaku) dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya (yakni tempat tinggalnya) di neraka.” [[1]]

Dari Abi Hurairah, ia  berkata. Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam:   “Barangsiapa yang membuat-buat perkataan atas (nama) ku yang (sama sekali) tidak pernah aku ucapkan, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka”. [[2]]

Dari Salamah bin Akwa, ia berkata. Aku telah mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:   “Barangsiapa yang mengatakan atas (nama)ku apa-apa (perkataan) yang tidak pernah aku ucapkan, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka”. [[3]]

Kemudian Imam Ahmad meriwayatkan lagi (4/50) dengan lafaz.   “Tidak seorangpun yang berkata atas (nama)ku dengan batil, atau (ia mengucapkan) apa saja (perkataan) yang tidak pernah aku ucapkan, melainkan tempat duduknya di neraka”. [[4]]

Dari Anas bin Malik, ia berkata:   “Sesungguhnya yang mencegahku menceritakan hadis yang banyak kepada kamu, (ialah) kerana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah bersabda: Barangasiapa yang sengaja berdusta atasku (yakni atas namaku), maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka”. [[5]]

Dari Abdullah bin Amr, ia berkata. Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah bersabda: “Sampaikanlah dariku meskipun satu ayat, dan ceritakanlah tentang Bani Israil dan tidak ada keberatan (yakni berdosa), dan barangsiapa yang berdusta atas (nama) ku dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya (yakni tempat tinggalnya) di neraka”. [[6]]

Dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata. telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. “Janganlah kamu berdusta atas (nama)ku.! kerana, sesungguhnya barangsiapa yang berdusta atasku, maka hendaklah ia memasuki neraka”. [[7]]   Dari Mughirah (bin Syu’bah) radliyallahu ‘anhu, ia berkata, Aku telah mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya berdusta atasku tidaklah sama berdusta kepada orang lain (selainku), maka barangsiapa yang berdusta atas (nama)ku dengan sengaja, hendaklah ia mengambil tempat tinggalnya di neraka”. [[8]]

Dari Watsilah bin Asqa’, ia berkata. telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. “Sesungguhnya dari sebesar-besar dusta ialah, seorang mendakwa/mengaku (berbapak) kepada yang bukan bapaknya (yakni menasabkan diri kepada orang lain yang bukan bapaknya), atau (ia mengatakan) telah diperlihatkan kepada matanya apa yang (sebenarnya) matanya tidak pernah melihat (yakni ia mengaku telah bermimpi dan melihat sesuatu tetapi sebenarnya bohong).”   Dalam riwayat yang lain di jelaskan, atau (ia mengatakan), “…telah diperlihatkan kepada kedua matanya dalam tidur (mimpi) apa yang tidak dilihat oleh kedua matanya (yakni ia mengaku telah bermimpi sesuatu padahal dusta), atau ia mengatakan atas (nama) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam apa yang beliau tidak pernah sabdakan”. [[9]]

Dari Abi Bakar bin Salim dari bapaknya (iaitu Salim bin Abdullah bin Umar) dari datuknya (iaitu Abdullah bin Umar), ia berkata, Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah bersabda: “Sesungguhnya orang yang berdusta atas (nama)ku akan dibangunkan untuknya satu rumah di neraka”. [[10]]

….

[1] H.R. Imam Bukhari (1/36) dan Muslim (1/8) dll. [2] H.R. Ibnu Majah (No. 34) dan Imam Ahmad bin Hambal (2/321) [3] H.R. Imam Bukhari (1/35) dll, diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad (4/47) dengan lafaz yang sama dengan hadis No. 1,4,5,6 & 8. [4] H.R. Ahmad, 4/50. Sanad ini sahih atas syarat Bukhari dan Muslim. [5] H.R. Bukhari (1/35) dan Muslim (1/7) dll. [6] H.R. Bukhari (4/145) dan Tirmizi (4/147 di Kitab Ilmu) dan Ahmad (2/159), 202 & 214) dll. [7] H.R. Bukhari (1/35), Muslim (1/7), Tirmizi (4/142 Kitabul Ilmi), Ibnu Majah (No. 3) dan Ahmad. [8] H.R. Bukhari (2/81), Muslim (1/8) dan Ahmad (4/252). [9] H.R. Bukhari (4/157) dan Ahmad (4/106) dan riwayat yang kedua, dari jalannya. [10] H.R. Imam Ahmad bin Hambal di musnadnya (2/22, 103 & 144) dan sanadnya sahih atas syarat Bukhari dan Muslim.

About these ads